twitter


http://catatan-maul.blogspot.com/2013/12/dengan-siapa-kita-menikah_9.html
Jadi ingat salah satu judul buku yang ada di toko buku pas baca post ini ^_^
"teman dalam penantian"


Ada sebagian orang yang ingin hidup lebih lama agar dapat menghasilkan uang lebih banyak lagi.

Namun, juga ada sebagian orang lagi yang ingin hidup lebih lama agar dapat memberikan lebih banyak uang kepada mereka yang membutuhkannya.

Dunia menjadi indah ketika kita hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.


Satu-satunya cara untuk menghibur diri adalah dengan berdialog dengan diri sendiri di kala kau sepi. Pernah mencobanya?
Karena semua pertanyaan sudah ada jawabannya dalam dirimu. Jangan membuat hidup orang lain bertambah rumit dengan kerumitan cara berpikirmu. Hidup itu sederhana.

Kau ingin/akan diperlakukan sebagaimana kau memperlakukan orang lain.
Sedih sekali dinyana. Aku tidak butuh teman. Sebagian berpikir mereka menyusahkan.
Tapi aku tidak bisa "hidup" tanpa teman.


Ketika orang lain merenggut 15 menit berharga dalam harimu dengan berbuat kosong, kau akan serta merta memberikan sumpah serapah kepadanya.
Lantas ketika kau menukar 30 menit berharga dari hari milik orang lain untuk menunggu kedatanganmu, masihkah kau pantas untuk menggerutu?
Pernahkah berpikir berada di pihaknya?
Manusia itu egois. Siapapun itu.

Wise words: Marah berarti menghukum diri sendiri dengan kesalahan orang lain ^^ (pikirkan sendiri)


Ketika menginjak usia 20, kau akan menemukan,
Betapa banyak kau melakukan revisi atas mimpi-mimpimu.
Mimpi-mimpi yang dulu melambungkanmu,
yang membuat pemandangan indah di benak.

Ini terjadi, ketika mimpi bertemu realita, dan ketika maya bertemu dengan nyata.
Kecuali untuk orang-orang yang sepenuh jiwa meyakini impiannya, dan berusaha mewujudkannya.
Yang lainnya akan jatuh bergelimpangan di jalan.
Akankah kamu salah satunya?
Jawab sendiri ^^