twitter




Cinta ini hanya semu
Biar saja dia pergi!, aku tak peduli
Karena ia tidak seharusnya nyata
Kemanapun kaki melangkah, tidak seharusnya menggengam erat hal yang seharusnya tidak digenggam
Begitu menyesakkan!, memang
Tapi karena percaya dengan janjiNya
Maka di sini akan menunggu, dengan sabar
Genggaman itu sudah kurelakan untuk pergi
Karena kuyakin,
Selamanya dia pasti akan kembali
Cinta sejati akan bersedia menunggumu,
3 Hari, Semingggu, Setahun, Sepuluh tahun, hingga Selamanya
Kata-kata “Aku mencintaimu”
Akan datang di waktu terbaik milikNya


Di masa ini surat bukan lagi menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan silaturahim. Pesatnya teknologi komunikasi saat ini ditambah dengan kecanggihan gadget smartphone telah menggeser surat sebagai cara untuk menyampaikan kabar.

Tapi biar bagaimanapun surat selamanya tidak bisa di gantikan.

Pernah merasakan Perasaan berdebar-debar ketika menunggu surat dari handai taulan tiba? yang seperti ini tidak akan kita dapati bila kita berkomunikasi lewat SMS, Instant messaging, chatting, WA, dan sebagainya.

Walau berkirim surat terasa tidak praktis karena membutuhkan waktu yang lama, paling cepat dua hari. kalau pakai perangko yang biasa atau yang paling murah, 2 minggu baru sampai, hehe... mungkin kabar yang disampaikan sudah tidak update lagi ya.

Tapi ada kehangatan di dalam sebuah surat, ada ketulusan dalam setiap goresan kata, dan ada kesabaran dalam setiap waktu menunggu balasan surat berikutnya.

Surat juga ada sebagai kenangan, selamanya kamu bisa membaca dan merasakan kembali perasaan yang ada dalam setiap carikan kertas. Entah itu surat dari orangtua, teman dekat, atau sahabat pena sekalipun.

Cobalah sesekali berkorespondensi dengan sahabatmu menggunakan surat.

Dalam komik Aria neo Venezia karangan Kozue Amano, sang tokoh utama Akari Mizunashi jatuh cinta pada kota yang berjuluk "Aqua" (Planet Mars saat ini.red) tersebut hanya karena di sana setiap orang selalu berkirim kabar dengan cara yang konvensional yaitu, surat.

Menyenangkan sekali bukan? menerima surat dari seseorang yang kita kenal ataupun tidak.

Selamat berkirim surat ^_^


"Sure lof, its edensor,"


(Sumber gambar: http://imrsteel.blogspot.com/2013/01/edensor.html)

Baris kata penutup itu sangat berkesan. Edensor adalah buku pertama dari tetralogi laskar pelangi yang kubaca. Dari edensor, berturut-turut aku baru membaca novel laskar pelangi dan sang pemimpi. Itu juga tidak disengaja. Buku yang asal kuambil dari perpustakaan SMA dulu. Dari covernya yang filosofis banget, aku mengharapkan cerita tentang kehidupan yang berat dengan rangkaian kata puitis, tapi yang kudapat lebih dari itu.

Well, setelah menunggu sekian lama, edensor akhirnya diangkat ke layar lebar
Catat baik-baik tanggal mainnya:

24 Desember 2013 di bioskop seluruh Indonesia. Jangan lewatkan ^_^

Ini cuplikan trailernya
  link: http://www.youtube.com/watch?v=3Krt6TTTVlU


Deadline Paling Lambat: 17 November 2013, Pukul 24.00 WIB
Lomba ini diselenggarakan oleh Writing Revolution, yang berkantor pusat di Kota Yogyakarta. Lomba ini berskala nasional dan boleh diikuti oleh siapa saja dari seluruh Indonesia dengan syarat dan ketentuan tertulis di bawah ini.
*20 Cerpen Nominator Dibukukan.
Tema Umum: Seputar Dunia Remaja
PESERTA:
Anggota SMCO, Umum : Pelajar, mahasiswa, guru, dosen, penulis pemula, penulis senior, dan siapa saja boleh ikutan, dengan ketentuan khusus (baca poin selanjutnya).

SYARAT PENULISAN:
  1. Jumlah 4-8 halaman, spasi ganda (2), jenis huruf Times New Roman font 12, ukuran kerta A4.
  2. Margin (garis): atas, bawah, samping kiri dan kanan (semua sisi 3 cm atau 1,18 inci), beri nomor halaman.
  3. Kesesuaian dengan tema lomba, tidak mengandung asusila, ponografi dan kekerasan berlebihan, serta tidak menyinggung SARA.
  4. Biodata penulis ditulis di bagian akhir naskah cerpen, halaman biodata tidak dihitung sebagai halaman naskah cerpen.
  5. Mencantumkan Nomor Anggota SMCO WRITING REVOLUTION (bagi anggota SMCO) di bagian biodata atau bukti transfer registrasi bagi peserta umum. Jika tidak ada salah satunya, cerpennya dinyatakan GUGUR.
  6. Kirim naskah cerpen ke alamat email: lombacerpen2013@gmail.com (dengan menulis di judul/subjek email: LMCR 2013 – Judul Cerpen)
  7. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 cerpen terbaiknya.
  8. Cerpen tidak pernah diikutkan pada lomba cerpen atau tidak pernah diterbitkan di media cetak atau online, FB, Blog atau tidak pernah dipublikasikan dalam buku antologi.
  9. Syarat penulisan dan kelengkapan naskah menjadi faktor penentu lolos tidaknya naskah cerpen seleksi pertama untuk dinilai oleh Dewan Juri.
  10. Paling lambat pendaftaran dan pengiriman email lomba: 17 November 2013, pukul: 24.00 WIB
KETENTUAN PESERTA:
  • Gratis untuk Anggota SMCO.
  • Peserta Umum (bukan anggota SMCO) membayar uang registrasi Rp 35.000,- (sebagai uang ganti buku antologi pemenang dan ongkos kirim) dan berhak mendapatkan 1 eksemplar buku Antologi Pemenang LMC 2013. Cara pembayaran registrasi lomba bisa dilihat di bagian bawah informasi lomba ini.
KRITERIA PENILAIAN
  • Orisinalitas.
  • Kreativitas pengolahan ide.
  • Kedalaman pesan.
  • Keindahan bahasa, kaidah penulisan dan kelengkapan naskah.
PENGUMUMAN PEMENANG:

Pengumuman 20 Nominator 15 Desember 2013, Pengumuman Pemenang 31 Desember 2013.
HADIAH:
  • Juara I: Rp 2.000.000,- (ditambah Buku Antologi Cerpen Pemenang dan sertifikat penghargaan).
  • Juara II: Rp 1.000.000,- (ditambah Buku Antologi Cerpen Pemenang dan sertifikat penghargaan).
  • Juara III: Rp 750.000,- (ditambah Buku Antologi Cerpen Pemenang dan sertifikat penghargaan).
  • Tiga Pemenang Favorit @ Rp 200.000,- (ditambah Buku Antologi Cerpen Pemenang dan sertifikat penghargaan).

KETENTUAN MENGIKAT
  1. Keputusan DEWAN JURI tidak bisa diganggu gugat.
  2. Panitia tidak MELAYANI SURAT-MENYURAT.
  3. DEWAN JURI berhak membatalkan keputusannya, jika di kemudian hari diketahui karya pemenang lomba melanggar karya cipta orang lain (plagiat)atau mengikuti lomba sejenis atau telah dimuat di koran/majalah.
  4. HAK CIPTA tetap ada pada penulis, sedangkan PANITIA memiliki HAK untuk MEMPUBLIKASIKANNYA (membukukkannya).
NOMOR KONTAK:
*085763208009, 082325247708, 08170488533
CARA PEMBAYARAN REGISTRASI LOMBA:
1) Transfer uang pendaftaran lomba Rp 35.000,- ke salah satu rekening bank berikut ini:
  • BCA:  2200-451-972 *Joni Lis Efendi, Cabang Pekanbaru
  • BNI: 023-9924-067 *Joni Lis Efendi, KCP Panam
  • BRI: 2087-01001-202500 *Joni Lis Efendi, KCP Panam
  • BSM/Bank Syariah Mandiri:  095-7046-370 *Joni Lis Efendi, KCP Panam
2) Kirim file foto/scan bukti transfer (file terpisah) bersama file naskah cerpen ke email: lombacerpen2013@gmail.com
3) Tulis alamat lengkap pada bagian biodata peserta (di halaman terakhir cerpennya). Alamat ini digunakan untuk pengiriman buku Antologi Pemenang Lomba. Apabila alamatnya tidak lengkap, maka itu di luar tanggung jawab kami jika kiriman bukunya tidak sampai dan kami TIDAK AKAN MENGIRIM ULANG bukunya.


Dan catatan ini kembali. Tanpa perlu kutuliskan, sebenarnya aku hampir bisa mengingat semuanya. Tapi karena ingin mengenang semua waktu itulah aku kembali ke masa lalu. Juga karena kejadian tidak terduga yang hadir mengisi lembaran hidupku beberapa menit yang lalu.

Arisan Vol. 7 ...

Arisan Vol. 8 at Bundo hos, kota yang ada di bumi, Tangerang. Kesanku begitu mendalam pada momen itu. Masakan bule bundo dan begitu lezat.. hmm... juga tentang rimbunnya pepohonan ceri liar yang ada di depan rumahnya. Meski jarak rumah bundo yang paling jauh di antara semuanya, tapi potongan kenangan yang ada di sana sangat sepadan untuk membayar semua rasa lelah dan penat. foto yang kami ambil di bawah pohon ceri itu, sesuatu sekali ^^. Jika saja bukan karena jarak rumah bundo yang terlampau jauh, aku dan teman-teman mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi. Mungkin hingga adzan magrib berkumandang. Ketika udara siang yang panas digantikan oleh udara petang yang sejuk dan langit kemerahan.
Sungguh, bertemu dengan mereka di persimpangan jalan ini adalah hal besar yang ku syukuri. Orang yang asing bisa terasa begitu dekat.

Arisan Vol. 9 at Indah hos, Bekasi
Aku benar-benar curiga. Pasti ada takdir benang merah yang terus saja mengikat Mr. A dengan Mr. I. Bahkan hingga aku meninggalkan keduanya pun, mereka masih tetap membayang. Dan ketika perpisahan dengan Mr. I datang, aku tetap harus memilih antara dua. Walaupun berat, hingga aku merasa bersalah karena masih saja memikirkan mereka yang tidak ada di sana. Pantai dan arakan awan di kejauhan pun tak mampu menepis rindu. Sungguh sudah lama sekali aku ingin bertemu dengan crew sepenuh hati. Tapi akupun sudah terlanjur berjanji dengan "keluarga". Sambil memandangi rona matahari senja yang perlahan tenggelam di garis horison, aku membayangkan wajah mereka yang mungkin di sana sedang tertawa. membincangkan hal-hal tidak penting seperti biasanya. Ini adalah momen pertama dengan Mr.A yang kulewatkan. Jika saja, deburan ombak mampu membawa salam ku untuk mereka. 

Arisan Vol. 10 at Ridho hos, seberang kampus ^^
Dan kupikir ini untuk kedua kalinya aku absen. Sebenarnya tidak terkatakan lagi sedihnya hati karena tidak dapat pergi. Tapi juga ada sedikit rasa tidak ingin pergi. Semua alasan yang berputar hebat di kepala. Sampai-sampai membuat terjaga semalam sebelumnya, berharap hari berlalu secepat tiupan angin. Atau berharap ada keajaiban yang tidak berani untuk kupikirkan.

Siapa sangka? Aku tidak bertemu dengan mereka, tapi mereka sendiri yang datang menemuiku. Kunjungan tak terduga dari crew sepenuh hati.
Langkah kaki yang memburu untuk segera pulang begitu mendapat pesan singkat yang rasanya seperti mimpi. Ini seharusnya jadi arisan yang menyenangkan di rumah Ridho, tapi entah kenapa kini jadi membaginya denganku. Jikalau bisa, pasti wajahku akan terus tersenyum sepanjang waktu tadi. Tapi pasti akan terlihat aneh.

Aku begitu rindu dengan mereka. Perbincangan nostalgia yang keluar, tawa yang sudah lama tidak kudengar, cerita menyenangkan yang sudah lama tidak mengisi hari. 

Masing-masing masih menjadi seseorang yang kukenal. Hanya saja kini mereka sudah melangkah jauh pergi, sementara aku masih berjalan setapak demi setapak. Aku ingin juga segera menyusul mereka, menyejajari langkahnya. Entah apa yang akan terjadi di depan sana. Aku tidak peduli. Waktu yang kulewati saat ini bersama mereka lebih berharga dari apapun.

Sesuatu yang nyata kadang ada pada hal yang luput dari perhatian. Mungkin saja kita pernah merasa tidak pernah memiliki sesiapapun di dunia ini yang perhatian, namun bersediakah kau mendengar lebih banyak. Ketika kau berhenti sejenak dan menengok ke sebelahmu, mereka, sahabat, akan selalu ada di sana. Memberikan dorongan dengan cara-cara yang mungkin tidak dapat kau pahami.

Arisan vol. terakhir. Apakah kita akan bisa menyaksikan terbenamnya pantai di bagian tengah Indonesia? Ataukah kita akan merangkul ransel di pundak dan bertualang laiknya yang sering kita lakukan di waktu-waktu yang lalu? Ataukah kita akan menikmati sajian istimewa yang tersaji di meja panjang? Ataukah hanya sekedar berbagi cerita sambil menikmati sisi lain ibukota?

Aku masih belum tahu. Kisah ini mungkin masih akan berlanjut. Entahlah.