twitter


Anak kecil selalu bisa menemukan dunianya sendiri. Dia selalu bisa memenuhi dunianya dengan mimpi dan angan-angan yang tidak pernah terpikirkan oleh kita orang dewasa. Sepeda motor yang sedang lewat di depannya, di mata Rara bisa berubah menjadi sepeda terbang milik nenek sihir yang datang untuk mencari anak yang bandel. Semut-semut yang sedang membuat barisan rapi di halaman rumah, mungkin dilihatnya sedang melakukan kerja besar untuk menaklukkan dunia. Dunia anak-anak itu istimewa.

Terkadang kita sendiri tidak ingat perasaan saat itu, saat di mana dunia masih terlihat sejernih langit biru dan sewarna indah pelangi. Kita terlalu sibuk dengan dunia menjadi dewasa.

Rara asyik memainkan rambut pendeknya. Diputar kesana, diputar kesini. Kepalanya mengangguk-angguk lucu setiap kali tangannya memainkan rambut pendek dengan potongan bob. Mengingatkanku pada salah satu tokoh kartun yang selalu bertanya "mau kemana kita?"

Di sebelah sang ibu takjim melihat jalanan yang terpantul lewat kaca pengemudi. Entah apa yang sedang dilihatnya. Rara tak hentinya menarik perhatian sang Ibu. Begitulah anak-anak. Para ibu/orangtua sering mengeluh ketika mendapati anaknya terus bertanya dan bertingkah yang menurut mereka mengganggu. Tapi tidakkah pernah terpikir kalau masa-masa seperti itu sangatlah singkat dan amat berharga? tanpa disadari anak-anak akan tumbuh besar. Dan tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan "menjengkelkan" itu. Lantas kita baru akan merasa, cepat sekali waktu berlalu di saat-saat kita melewati masa tua sendirian dan mungkin terlupakan.

Mobil yang kami tumpangi melaju dengan lancar. Lalu lintas setelah hujan tidak terlalu padat. Hembusan angin dingin setelah hujan berkali-kali membuat kedinginan dan perasaan mengantuk. Tapi tidak demikian dengan Rara. Rupanya dia sudah fasih membaca. Setiap melewati deretan toko yang memasang banner, Rara dengan lancar mengeja tulisannya keras-keras, menarik-narik tangan sang ibu untuk ikut memperhatikan tulisan itu. Satu toko terlewati, toko berikutnya pun tak luput dari perhatiannya. Tambah bersemangat, Rara menarik baju Sang Ibu. Tanpa berpaling, beliau lantas menghempas tangan kecil Rara dan mengatakan untuk tidak menganggu, sambil mengelus-elus perut yang membesar yang menyimpan kehidupan murni lainnya. Rara kecil terdiam. Kesenangan yang tadi terlihat jelas di wajahnya, seketika hilang.

Rara kecil duduk rapi kembali. Kembali melihat jalanan lewat kaca di belakang mobil yang kami tumpangi.
Tapi dunia Rara begitu istimewa. Entah bagaimana, senyum itu kembali lagi dengan cepat. Rara lalu bernyanyi. Lagu yang tidak kupahami. Entah lagu itu tidak pernah aku dengar atau memang tidak pernah ada, lagu karangan Rara. Terbawa oleh lagunya, jemariku juga ikut bersenandung.

Sesekali kedua bola matanya yang kecil melirik ke arahku, akupun tersenyum lebar. Lewat senyuman kuharap aku bisa "menemaninya". Dan mulailah Rara menguntai dunia miliknya lagi. Ia bercerita, cerita yang tak dapat dipahami, hanya dirinya yang mengerti. Kaki-kaki kecilnya menendang kesana dan kemari, tangannya pun ikut mengetuk-ngetuk bangku tempatnya duduk. Rara kecil yang lucu. Aku ingin mengajakmu berceloteh, ikut mencicipi duniamu, tapi aku urung.

Lambat laun,  ketukan kakinya melemah. Ketika kualihkan pandang, Rara kecil sudah tertidur. Tangan kirinya ada di dasbor mobil bagian belakang, tangan kanannya menjuntai di atas bangku sementara kedua kakinya seperti beku dari tarian aneh miliknya. Rara kecil manis sekali. Jika ada yang bilang anak kecil yang sedang tidur itu seperti malaikat, maka aku setuju dengannya.

Terantuk kepalanya sendiri yang menyentuh dasbor, Rara mengganti gaya tidurnya. Dengan gaya yang sedikit "cool" menopang kepalanya menggunakan tangan kiri. Tapi baru beberapa menit, ia kembali terjatuh dan sadar. Tidak habis akal, Rara lalu duduk tegak dengan punggungnya, baru sepuluh detik berlalu, ia terbangun lagi karena hampir tersentak jatuh. Dan Rara kecil tiba pada pilihan yang terbaik, kesal karena terus terbangun, sekalian saja Rara membaringkan kepalanya di atas bangku dengan kaki yang masih terjuntai. Rara kecil tertidur dengan nyenyak. Selamat tidur, Rara...,bisikku.  

Tidak berapa lama, mobil berhenti. Tempat tujuan Rara sudah sampai. Sang ibu membangunkan Rara dengan sedikit mengguncangkan tubuh kecilnya, "de, ayo udah sampai. kita turun," kata Ibu. Lucunya, Rara kecil yang baru setengah tersadar lantas membuka mata dan mengikuti Ibunya turun dari mobil, sang ibu sibuk membayar tumpangan. Rara kecil juga sibuk menggapai tangan ibunya untuk menuntunnya dengan mata yang masih setengah terbuka. Dan Rara kecilpun berlalu.


Terakhir: 18 Oktober, Pukul, 24.00 WIB
*120 Puisi Pilihan Dibukukan.
*Pengumuman Pemenang dan Nominasi: 30 Oktober
Tema: “Romansa Cinta di Tepian Bengawan Solo”
Lomba puisi kali ini sengaja mengambil tema “Romansa Cinta di Tepian Bengawan Solo” sebagai bentuk apresiasi anak muda untuk mengetahui betapa indah dan eloknya pertiwi, dalam hal ini diwakili keindahan Bengawan Solo, dengan dibalut romantisme nan esotik. Peserta boleh menggambarkan nostalgia, romantisme, kedekatan, atau jalinan cinta imajiner dan hubungan imajinasi dengan Bengawan Solo dalam untaian kata-kata indah nan puitis. Silakan tumpahkan semua rasa dan cintamu dalam puisi terapik dengan latar romansa Bengawan Solo. Semoga puisimu terpilih dan dibukukan bersama 120 puisi penulis lainnya se-Indonesia.
Ketentuan Umum:
§ Lomba ini terbuka untuk Pemuda di seluruh Indonesia dan juga luar negeri yang berumur antara 12 – 35 tahun.
§ Memenuhi syarat penulisan dan khusus lomba ini.
§ Mengirimkan naskah puisinya sebelum tanggal 18 Oktober, pukul 24.00 WIB ke email lomba.
Syarat Penulisan:
§  Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 puisi.
§  Puisi diketik di halaman Microsoft Word (format DOC.), kertas A4, dengan margin (garis tepi) semua sisi 3 cm.
§  Panjang puisi 50 – 200 kata. Biodata ditulis di bagian bawah puisi panjang maksimal 50 kata.
§  Harus mencantumkan judul puisi dan nama penulis di bagian bawah judul.
§  File puisi dikirim di LAMPIRAN FILE bukan di badan email (kami menolak puisi yang ditulis di badan email/inbox). Kirim ke email: PuisiSolo2013@gmail.com
§  Pengiriman naskah dan transfer registrasi paling lambat: 18 Oktober, Pukul, 24.00 WIB.
Syarat Khusus:
§  Setiap peserta harus membayar biaya registrasi lomba sebesar Rp 30.000,-ke rekening panitia (lihat ketentuan di bagian bawah). Uang registrasi ini sebagai pengganti cetak buku antologi pemenang dan ongkos kirim. Setiap peserta yang sudah registrasi BERHAK mendapatkan 1 eksemplar buku antologi puisi pemenang.
§ File foto bukti transfer dikirim dalam LAMPIRAN FILE ke email lomba bersama naskah puisinya (di file terpisah). Kertas/struk bukti transfer bisa difoto dengan HP yang penting jelas tulisannya (bisa terbaca).
§  Wajib mencantumkan alamat lengkap dan nomor kontak HP/telpon ditulis di badan email/inbox. Format alamat lengkap: nama jalan, nomor rumah, RT/RW atau dusun, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan kode pos. Kami tidak bertanggung jawab jika kiriman bukunya tidak sampai dan tidak akan mengirim ulang jika bukunya diretur balik karena alamatnya salah/tidak lengkap.
§  Harus memposting informasi lomba ini di Facebook (tag minimal 30 teman), Blog/Website, atau Twitternya.
Cara Registrasi Lomba:

1) Transfer biaya registrasi lomba Rp 30.000,- ke salah satu rekening Panitia Lomba:
§  00152-0151-002-3286 BTN Cab. UNS an. Umi Satiti
§  0182-0102-0109-505 BRI Cab Kartasura an. Hidayatul Hasanah
2) Foto kertas/struk bukti transfer kemudian filenya dikirim ke email lomba bersama file naskah puisi ke: PuisiSolo2013@gmail.com
3) Peserta yang belum mempunya rekening bank sendiri bisa langsung transfer melalui kantor cabang BRI terdekat atau melalui Pos khusus untuk transfer ke rekening BTN an. Umi Satiti.
Hadiah:
§ Juara I: Rp 500.000,- + sertifikat + piala + 3 eksemplar buku antologi pemenang
§ Juara II: Rp 300.000,- + sertifikat + piala + 3 eksemplar buku antologi pemenang
§ Juara III: Rp 200.000,- + sertifikat + piala + 3 eksemplar buku antologi pemenang
§ Dua Pemenang Harapan: @Rp 100.000,- + sertifikat + 2 eksemplar buku antologi pemenang
§ 10 Nominator: sertifikat + 2 eksemplar buku antologi pemenang
Hadiah Spesial:
§  Para juara I, II, III, Harapan dan 10 Nominasi mendapatkan free tiket Seminar Menulis Terhebat 2013.
Sponsor:
§  Pemkot Surakarta
§  Writing Revolution Indonesia
§  WritingRevo Publishing
§  Hotel Horison Solo
Catatan:
§   Para peserta yang puisinya dibukukan akan mendapatkan diskon khusus 40% dari harga jual buku.
Nomor Kontak Panitia:
§  Hida: 0857 3228 8767
§  Umi: 0857 4701 0540

§  Aria: 0856 7285 023

http://www.writing-revolution.blogspot.com/2013/09/lomba-menulis-puisi-pemuda-2013.html#links 



Sering, aku suka sekali dengan quotes atau kutipan yang ada di setiap film, komik, novel, atau di mana saja yang kutemui dan entah bagaimana semua itu terhubung dengan bagian dalam hidupku.  Baik kutipan yang tersurat maupun yang tersirat. Here they are…


–wind (Akeboshi) ost Naruto.
“Don’t try to live so wise…
Don’t cry coz you’re so right,
Don’t try wish to face fears,
Coz you will hate you’re self in the end…”
(Azalea: ‘Just like I do’)

Berikutnya, kutipan dialog Drama korea yang tidak pernah bosan untuk kutonton meskipun ini termasuk dalam deretan drama korea yang terbilang jadul. Drama berjudul Sassy Girl: Chun Hyang. Kata-kata yang paling kusuka dari tokoh utama wanita, Chung Hyang adalah..

“…jadi kita sudah ‘berputar’ sejauh ini ya…”

Ya, bagaimanapun, kupikir ini semua seperti sebuah lingkaran yang sempurna. Kemanapun kau pergi, kau pasti akan bertemu dengan takdir baik yang selalu setia menunggumu. Mungkin kau harus berputar satu putaran penuh untuk menemukan Hadiah dariNya.

Jika dalam kehidupan ini benar-benar ada kisah cinta seperti tokoh Chun Hyang dan Lee Mo Ryong atau seperti tokoh Lee Gak dan Park Ha di drama Rooftop Prince, yang tetap bersama meski jarak dan waktu terpisah begitu jauh, maka hidup ini mungkin akan menjadi kisah romantis sepanjang masa, hehe.. tapi cerita seperti itu masih kalah jauh bila dibandingkan dengan kisah cinta Rasulullah dan istrinya. Juga kisah cinta para sahabat Rasulullah dengan keluarganya. Karena mereka saling mencintai karenaNya -^_^-

Next, kutipan yang kusuka datang dari sebuah anime yang diperkenalkan sahabat baikku semasa SMA. Aria the anime. Anime yang bercerita tentang kisah manusia di sebuah kota masa depan bernama Neo-Venezia di planet air yang dulu dikenal dengan nama planet Mars. Seingatku, pernah bukan aku menceritakan kisah tentang Aria ini.. ^_^
Kutipan ini dari lagu penutup salah satu serial Aria, yaitu Aria the OVA..

“Biarkan aku menikmati perasaan lembut dan hangat ini sedikit lagi… Bersamamu…” –Akari Mizunashi (Aria The OVA).

Masih berasal dari kutipan lirik lagu. Ini lagu yang tidak sengaja kudengar saat sedang mengganti-ganti channel di televisi, hehe.. Sekali mendengar langsung jatuh cinta sama video klipnya. Return oleh Lee Seung Gi,

“Dimanakah kita berada sekarang? (Urin eodijjeum isseulkka?)
Apakah kita (masing-masing) merasa bahagia?( Urineun haengbokhaetdeon geolkka?)
Hanya semu yang kulihat..
Bagaimana denganmu?”

Kembali ke drama. Ini juga salah satu drama saeguk (drama berlatar kerajaan korea masa lalu) yang kusuka. Cerita yang alurnya maju mundur dari masa lalu ke masa depan adalah favoritku. Meski terkadang untuk mencerna cerita semacam ini butuh ‘waktu lebih’, hehe..

Drama -masih dari korea- ini berjudul Faith:The Great Doctor. Dalam dialog di rangkaian episode terakhir:

“Jika kau bersedia tinggal di sini, maka aku akan melindungimu.
TIdak hanya untuk hari ini atau beberapa hari ke depan.
Tapi aku akan melindungimu seumur hidupku.
Jika sampai suatu saat di mana aku menanyakan hal ini padamu,
Maukah kau menjawabnya?”

Aku berharap bisa mendengar yang serupa dari seseorang yang ditakdirkanNya untukku. ~^^~

Dan ini juga salah satu drama favoritku yang selalu berhasil membuatku tertawa sendiri setiap menonton episodenya. Apalagi cara dubber yang men-dubbing karakter drama ini (di salah satu stasiun TV yang aku tonton) sangat lucu. Drama ini adalah versi korea dari cerita yang diangkat dari komik Jepang berjudul “Itazura Na Kiss”. Syukurlah aku menontonnya di televisi, KPI selalu setia membuang beberapa scene yang tidak sesuai, hhe..

Ini pidato dari Baek Seung Jo yang terinspirasi dari perkataan Oh Ha Ni saat upacara kelulusan SMA mereka. Berikut adalah dialog yang kuingat versiku sendiri ya, ^^ :

“Kamu harus hidup dengan bersenang-senang. Hidup itu tentang kau bahagia dan membuat bahagia orang lain. Hiduplah seperti itu. Yang terpenting adalah bukan dari mana kita memulai, tapi kemana tujuan kta. Sampai saat kita mengetahui tujuan kita, maka bersenang-senanglah dalam hidup. Dengan begitu maka tidak ada penyesalan.”

Dan kutipan favoritku yang terakhir untuk kali ini datang dari dialog di komik Aria episode terakhir. Tentang Alice, salah satu sahabat Akari (tokoh utama cerita ini), yang sudah lebih dulu menjadi senior tingkat prima di perusahaan penyewaan gondola terbesar di Neo-Venezia. Karena kesibukannya, ia menjadi rindu dengan sahabat-sahabatnya yang dulu selalu bersamanya menghabiskan waktu berlatih bersama sepanjang hari. 
“Aku ingin bertemu kalian. Tapi tak pernah ada cukup alasan bagiku untuk bertemu kalian. Aku sangat merindukan kalian,” –Alice.
“Jika tak ada alasan, kau saja cukup menjadi alasan untuk bertemu ^^” –Akari.

and, I say.. “Meskipun tak ada momen saat ini untuk bertemu, buat saja momen-mu sendiri. Tak perlu menunggu keajaiban terjadi. Karena kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Kita sendiri yang menentukan..” –Azalea.


Kanji
心の雨が降る
いつも君を思う
君はずっと僕の中にいる
君を忘れない

心の雨が降る
いつも君を思う
君はずっと僕の中にいる
君を忘れない

君はずっと僕の中にいる
消えない君の温もり
君はずっと僕の中にいる
忘れたりはしない

止まない心の雨
君を忘れない
止まない心の雨
君を忘れない

心の雨が降る
いつも君を思う
君はずっと僕の中にいる
君を忘れない

いつも君を思う
ずっとずっと
いつも君を思う
永遠に

いつも君を思う
ずっとずっと
いつも君を思う
永遠に