Aih~ akhir akhir ini lagi terbawa perasaan dengan drama korea descendants of the sun (≧ω≦) kalau udah nonton satu episode rasanya sulit banget buat move on dari sihir auranya kapten yoo shi jin dan kisah cintanya dengan dr. kang mo yeon. Dan kisah cinta dari second lead male Sersan mayor yang diperankan sama aktor Jin Goo dan second lead female nya yang diperanin sama aktris Kim Ji Won juga kuat banget. Jarang ada drama korea yang bisa begini. Salut banget buat penulis dramanya. Bisa buat cerita yang begitu menghipnotis. Baca dari beberapa sumber, katanya drama ini diangkat based on novel yang pernah ditulis sama penulis skenarionya. Tapi di novel itu yang menjadi dokternya justru adalah yoo shi jin. Di twist sampai sebegini cerita filmnya benar-benar luar biasa dan rasanya jadi berbeda banget. Dan baru kali ini aku lihat viewers ost drama korea yang masih tayang udah melewati 1M viewers di situs resminya di youtube, daebak!! boleh dibilang semua ost nya ini pas banget dengan jalan ceritanya, kesannya ''ngena''. Dan setiap dengerin, bayangan scene filmnya just showed up di kepala, hihi.. mungkin ini aku yang terlalu berlebihan ya ( *¯ ³¯*) gak percaya? Coba dengerin satu aja lagu ost nya. You are my everything by Gummy. Dijamin meleleh, (^^♪anyway drama ini masih on air. Update setiap Rabu dan Kamis di KBS korea. Semoga endingnya memuaskan (^-^) kalau mau nonton di Indonesia bisa banget kok. Banyak website yang nawarin streaming film ini. Atau di channel kbsworld official yang on air juga ada, tapi ga sesuai jadwal tayangnya, delay. selamat menonton (dan tersihir*upss!)
1 komentar
Posted in
Label:
azalea
Wind chime atau furin atau lonceng angin adalah salah satu benda yang ada dalam wishlist-ku. Karena menonton anime aria the series karyanya kozue amano sensei, jadi kepikiran ingin punya furin juga untuk dipasang di depan rumah.
Mendengarkan suara dentingannya saat angin menggoyangkannya pelan. Ah~ membayangkannya saja sudah membuat senang. Tapi bukan hal yang mudah mencari lonceng angin seperti itu. Suara lonceng yang akan mendinginkanmu saat udara panas menyengat. Daaan... setelah penantian panjang, hehe... akhirnya wishlist-ku. terwujud. Dan kutemukan furin ini di convenient store daiso di kota kasablanka.. ヾ(*´∀`*)ノ やった~ akhirnya kesampaian juga. Furin, lonceng angin dengan bahan kaca dan lukisan bunga amarilis di atasnya. Aih.. kawaii banget (//∇//). Berhubung di rumahku tidak ada jendela yang bisa terbuka lebar, furin itu kini menggantung manis di depan pintu kamar, hehe.. lumayan juga sesekali mendengar suara dentingnya pas ada angin kencang yang bikin pintu kamar ikutan kebanting, ups! Oia, furin ini di daiso harganya 25rb saja. Kalau memikirkan sulitnya mendapatkan benda ini, harga segitu akan bisa diterima siapapun, (aku maksudnya.red) hehe.. (´O`)
0
komentar
Posted in
Label:
azalea
Siang hari ini, saat aku pulang aku tidak menemukan nenek. Yang ada hanya pintu rumah yang terbuka lebar seperti biasanya dan aki yang senantiasa duduk di kursi favoritnya di dekat pintu masuk rumah. Selesai mengucap salam keras keras, deruman suara perut yang sudah tidak tertahankan lagi menuntun kakiku melangkah cepat ke dapur. Tapi sedari awal tadi memang ada bau aneh menyengat yang tercium dari dalam rumah. Mirip sesuatu yang dibakar. Dan benar saja, di tempat cucian piring ada dandang nasi yang berisi sisa nasi berkerak hitam pun bawah dandangnya tidak kalah hitamnya, hihi.. sudah pasti nenek lupa sedang memasak nasi dan lupa mematikan kompornya. Fiuh.. melihat sekeliling syukurlah selain dandang itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal seperti ini kadang memang membuat kelucuan tapi rasa khawatir juga. Kalau sudah begini hanya bisa berharap hal yang buruk tidak akan terjadi.
Esok paginya saat bangun pagi, aku menemukan sebuah kertas putih ditempel di atas kasa dapur dengan tulisan di atasnya. Nenek, gumamku dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri.
0
komentar
Posted in
Label:
awaken by song,
azalea
Dari radio kayu tua, mengalun merdu lagu yang dulu kami nikmati bersama. Padang hijau, langit berbintang, terbit matahari, semua bersamanya. Aku penasaran, apakah ia juga melihat yang kini kulihat? Bulan keemasan yang bersinar terang dan satu bintang kecil yang selalu menemaninya. Suatu waktu, saat bersama, kutuliskan sebuah surat untuknya. Lagu di hati yang akan terus berulang. Menyanyikan bait-bait lagu yang sama. Lagu yang kusuka. Lagu yang mengingatkanku kepadanya. Lagu yang ku senandungkan dengan perlahan dan rahasia. Senyumannya terbayang saat chorus tiba. Satu lagu yang kusuka. Ketika kulupa tentangnya, lagu yang kusuka akan membawa kembali memori tentangnya. Surat yang pernah kutuliskan untuknya. Selamanya, mungkin ia tak akan membacanya. Surat yang suatu hari nanti ingin kutunjukkan padanya. Tentang sempurnanya saat-saat bersama. Tentang mimpinya, tentang dirinya. Suatu hari nanti.. (Inspired by song, LiSA-itsuka no tegami)
0
komentar
Posted in
Label:
azalea
Tetaplah bersikap seperti biasanya. Tak perlu ada yang berubah. Aku sudah nyaman dengan itu. Tak perlu berubah perhatian bila biasanya tidak. Tak perlu bertanya bagaimana kabar bila biasanya menyapa pun tak pernah. Tak perlu memaksa berubah untuk peduli bila sebelumnya acuh. Tetaplah seperti biasanya. Seperti sebiasanya dirimu. Karena perubahan itu tidak cocok untukmu. Aku muak melihatnya. Biar saja seperti biasa. Acuh, tak ada basa basi, sibuk dengan masing2. Karena aku sudah terbiasa. Dan itu terasa lebih nyaman. Menangis sendiri, mengadu sendiri. Terjatuh sendiri, bangkit sendiri. Terluka sendiri, mengobati sendiri. Tak perlu khawatir, karena aku sudah terbiasa. Pun bila suatu hari aku tidak mengetuk pintumu lagi, tak perlu panik, khawatir hanya sia-sia. Karena aku tidak mau menjadi beban siapapun terutama dirimu. Jika ada malam dimana aku tidak kembali, jangan mencariku. Pikirkan saja aku berada di tempat yang baik dan nyaman. Pun bila akhirnya aku tidak pernah kembali, jangan bersedih. Berharap saja yang terbaik, meski itu akan merepotkanku. Atau anggap saja aku sebagai angin lalu. Bersikap saja seperti biasanya. Aku akan baik-baik saja. Mungkin saat itu keadaan aku jauh lebih baik dari dirimu. Tidak perlu menangis, karena aku benci mereka yang menangis untukku. Sudah, lupakan saja. Lanjutkan esok. Aku baik-baik saja.

