Pagi ini aku mendapat pesan singkat dari kakak kelasku di kampus. Bukan kakak kelas biasa, tapi ia istimewa. Kami dulu sudah seperti saudara kandung. Kuharap akan tetap begitu.
Selepas kereta jurusan Jakarta yang kunaiki melaju, aku teringat dengan pesan singkat yang belum kubaca. Awalnya aku tidak tahu siapa yang mengirimkan. Lalu kemudian, airmata ini hampir meleleh.. Begini bunyi pesannya: Hari ini ku teringat padamu gadis kereta..
iya kamu..yang selalu memilih kereta daripada bis,
yang lebih memilih menahan lapar dengan alasan sudah sarapan pagi,
yang darimu kutemukan arti kesederhanaan,kesahajaan n kesabaran yang penuh..
Ah..Gadis kereta,apa kau masih ingat padaku?. Tanpa kusadari aku menjawab dalam hati. Tentu saja, Ka. Tentu saja aku ingat.
0
komentar
Posted in
Label:
awaken by song,
story
Ni modeun sungan, nayeoseumyeon. Every moment of you.
Setiap kali aku melihat sekitar, aku selalu berharap ada wajahmu di sana.
Dulu aku baik-baik saja menikmati waktu.
Tapi kini semua waktuku terbagi sebelum dan setelah mengenalmu.
Setiap melihat kau melintas di sampingku, degup jantungku berdebum
dan napasku tercekat hingga aku merasa sulit untuk bernapas.
Tapi kau terlihat baik baik saja, sementara aku tidak.
Tidakkah kau mendengar suara hatiku yang memanggil namamu?
Jika akan semenyakitkan ini ketika berpisah denganmu,
lalu kenapa kau harus muncul di hadapanku.
Tahukah kau, rasanya sulit sekali menjalani hari setelah aku mengenal dirimu
dan mengenal perasaan ini.
Seperti musim semi yang tetiba datang di tengah musim panas yang melelahkan.
Lalu kau pergi, dan duniaku menjadi musim dingin berkepanjangan.
Tak bisakah kau kembali datang dan membawa kehangatan seperti yang kau lakukan dulu.
Meski hanya dengan senyuman, meski hanya dengan senyuman.
Tahukah dirimu?
Kini aku tidak bisa menikmati waktu,
karena bayanganmu selalu ada di manapun aku menghadapkan wajahku.
Berharap dan terus berharap entah bagaimana kau akan muncul tetiba di hadapanku.
Bisakah?
Untuk semua waktu yang kulewatkan bersama kehadiranmu,
seluruhnya, terima kasih. Walau menyakitkan, terimakasih.
Karena untuk sesaat aku tahu bagaimana indahnya musim semi.
Musim semi yang akan aku simpan, selamanya.
0
komentar
Posted in
Label:
Awaken by Book
Dari buku kumpulan cerpen karya Tasaro GK berjudul "Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta". Salah satu cerpen favoritku "Kagem Ibuk", membuat mataku berkaca-kaca. Dan hebatnya itu terjadi di dalam stasiun, seturunnya aku dari kereta, hehe... mata merah dan sesengukan waktu baca cerpen ini (Syukurlah waktu itu stasiun sudah sepi karena sudah malam)
Kutipan di akhir cerpen, lebih-lebih membuat banjir airmata. Jadi teringat mama. Ma, apa kabar?
Kutipan itu:
"Allah tercinta, Engkau menciptakan setiap ibu menjadi istimewa.
Maka hadiahilah dia dengan anak-anak yang bercahaya.
Jika aku tak yakin bahwa Engkaulah pelindung terbaik untuknya. Maka aku akan selalu ragu bahwa beliau senantiasa baik-baik sajadi sana.
Tuhan, salehkan aku, karena hanya dengan itu, Engkau akan selalu mendengar setiap doaku untuk Ibuk.
Ibuk, aku mencintaimu lebih dari yang kutahu".
Satu tetes airmata lagi, mengalir buat mama. Mom , i miss you, more than i know. ~ ^_^,
0
komentar
Posted in
Label:
story
Kadang aku merasa perlu untuk menyendiri. Siapa yang tidak pernah?
Menutup diri dari hiruk pikuk dunia. Berusaha tidak mendengar, melihat, atau mengomentari apapun. Aku hanya ingin sendiri.
Awalnya dunia tidak membiarkanku begitu saja. Terus berusaha untuk mengusikku sampai akhirnya dunia pun menyerah. Lalu berlalu pergi tanpa pernah menggubrisku lagi.
Tapi ketika dunia benar-benar telah pergi, aku mulai mencari. Merasakan ada sesuatu yang salah.
Kini begitu sunyi. Aku merasa terlalu sepi. Aku merasa telah menjadi terlupakan.
Hingga aku berada pada titik, aku ingin dunia kembali. Karena ternyata aku tidak baik-baik saja tanpa nya. Sudah cukup untuk menyendiri. Dunia, kau menang.
Aku pun mulai membuka semua indra. Untuk mendengar, melihat, dan merasakan. Juga membuka pintu hatiku yang sudah lama tertutup dan berdebu. Tapi sepertinya sudah terlambat
Duniaku sudah benar-benar sunyi. Aku sudah dilupakan.
Sekecil apapun kesempatan agar dunia mau kembali, aku akan melakukannya. Apapun itu.
Asal aku mendapatkan duniaku kembali.
0
komentar
Posted in
Label:
azalea,
story

