twitter


"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempun-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (QS Ali Imran: 14)

itulah sepenggal ayat yang menyatakan bagaimana kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam benak manusia. Ini mengawali ceramah yang disampaikan oleh ustadzah Rani sore itu. Beliau menyampaikan, seorang wanita, dari depan maupun dari belakang, syaitan akan menjadikannya tampak indah di pandangan laki-laki mukmin sekalipun apalagi laki-laki yang tidak beriman. Bisa dibayangkan ga? Apa yang dipikirkan oleh para laki-laki yang bukan muhrim kita bila melihat kita tidak berpakaian dalam ketaatan kepada Allah dengan menutup aurat? Na'udzubillahi min dzalik.

"Seorang lelaki banci masuk menemui istri-istri nabi, mereka menganggap lelaki banci itu termasuk 'lelaki yang tidak punya keinginan kepada kaum wanita' yang tersebut dalam ayat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu datang menemui kami sementara lelaki banci itu tengah menceritakan lekuk tubuh seorang wanita, katanya jika wanita itu dilihat dari depan akan tampak empat lekukan, jika dari belakang akan tampak delapan lekukan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Aku lihat lelaki ini tahu apa yang ada di dalam sini, janganlah ia dibiarkan masuk menemui kalian!" Merekapun berhijab darinya.
(H.R Abu Dawud dan lainnya) (sumber:http://www.islam-qa.com/id/2198)

Makna tabarruj adalah perilaku wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki. Nah, yang dimaksud perhiasan di sini bukanlah gelang berjuntai-juntai yang wanita kenakan, atau berkarat-karat cincin dan kalung yang melingkar tapi perhiasan wanita itu adalah seluruh bentuk tubuhnya. Karena itu Allah SWT memuliakan wanita dengan perintah untuk menutup aurat kecuali wajah dan kedua tapak tangan.

Sempet makjleb juga ketika mendengar ustadzah Rani bilang, "coba pikirkan, memangnya siapa yang membuat gelang, kalung, cincin, dan anting itu? bukan wanita kan yang membuatnya. Tapi para pria yang membuatnya. Mereka membuat kalung agar dapat melihat leher jenjang dan bagian dada wanita, mereka membuat gelang untuk melihat tangan dan kaki indah para wanita. Pun mereka membuat anting agar dapat melihat lekukan telinga wanita. Hiiy.. serem banget. Merinding dengernya. :(

Hal ini juga termasuk "memamerkan" keindahan baju yang kita kenakan. Atau memakai baju yang menarik perhatian laki-laki bukan mahram kita untuk melihatnya. Untuk ukhti-ukhti cantik yang sudah mengenakan jilbab pun tetap harus waspada. Untuk selalu memperbaiki cara berpakaiannya. Jilbab yang tidak transparan, baju yang tidak ketat atau ngepas di badan hingga menonjolkan lekuk tubuh. Juga panjang kain uluran jilbab yang harus mampu menutupi dada. Berpakaian dengan padu padan sangat boleh, bahkan diharuskan sebagai bagian dari dakwah. Tapi berpakaianlah dengan kebersahajaan. Itu kuncinya.

Satu lagi yang disoroti Ustadzah Rani di sini, mengenai perhiasan "suara". Ada banyak pendapat dan polemik mengenai suara wanita adalah aurat. Beliau pernah bertanya pada salah satu ulama, bagaimana itu yang termasuk suara wanita yang bukan aurat? seperti apa batas-batasnya? dan ini jawabannya. Suara yang datar, tidak meliuk-liuk, tidak mendayu, dan tidak mendesah. Ketika ditanya siapa contohnya, beliau mengungkapkan, seperti cara berbicara Irene Handono. Datar dan tegas. Tidak akan menimbulkan lelaki lain yang bukan mahram untuk tergoda/tertarik.

Ustadzah Rani menyampaikan, bila ada ungkapan yang mengatakan "tetap terlihat cantik dengan berhijab" ungkapan tersebut salah. Justru dengan hijab para wanita seyogyanya menutupi kecantikan natural dari dirinya, yang kemudian dijaga dan disimpan untuk seseorang yang kelak berhak atas kecantikan tersebut. Hm... pikir-pikir lagi jadinya. Harus banyak-banyak tholabul ilmi ya.

Renungkan ayat berikut: "(33) Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya,
(35) Sungguh, laki-laki dan perempuan muslin, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-aki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahal yang besar" (QS Al Ahzab: 33 dan 35)

Ada pula istilah tabarruj jahiliyah yakni kondisi dimana wanita-wanita yang berkumpul dengan laki-laki dan bersolek, ini adalah hal yang dilakukan oleh orang-orang di jaman jahiliyah dulu saat cahaya Islam belum datang kepadanya. Selain itu terdapat pula dikisahkan, Para perempuannya mengenakan kerudung/penutup kepala tapi masih terlihat bagian dadanya. Sungguh ironi ya, betapa banyak kita masih dapat menemukan fenomena seperti ini di dalam masyarakat kita. :(

Berikutnya tentang ikhtilat. Ikhtilat adalah bercampurnya perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim dalam sebuah momen atau forum yang tidak dibenarkan oleh islam. Hati-hati dengan yang satu ini juga. Bisa-bisa karena sering ngumpul bareng, jalan bareng dengan embel-embel "kebersamaan" jadi membuat tumbuhnya perasaan yang tidak seharusnya ada di antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Well, sekali lagi, memiliki perasaan menyukai seseorang itu adalah fitrah manusia. Nah, Al quran dan sunnah serta keimanan kitalah yang menjadi benteng atas semua tarikan yang menggoda itu. Sampai nanti tiba saatnya, dimana semuanya menjadi halal dengan orang yang sudah dipilihkan Allah untuk menjadi pendamping hidup kita. Romantis khan??? (^_<)

Dalam melakukan aktivitas yang mengharuskan pertemuan antara laki-laki dan perempuan ini sebaiknya dibatasi dengan tabir di antara keduanya. Atau bila tidak ada maka dipisahkan dengan jarak dan penataan tempat duduk. Memang sedikit merepotkan ya, tapi ini semua untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan kalian para muslimah ^_^



Ini beberapa bahaya bila ber-tabarruj dan ikhtilat:
1. Tabarruj dan ikhtilat adalah maksiat kepada Allah dan RasulNya.
2. Termasuk dosa besar. Hal ini disejajarkan dengan membunuh anak sendiri, berbohong, mencuri, berzina, terdapat dalam salah satu hadits Rasulullah. Sebab pintu-pintu zina adalah tabarruj dan ikhtilat. ya kan?
3. Mendatangkan laknat Allah SWT.
4. Tabarruj termasuk sifat penghuni neraka.
5. Ia adalah bentuk kemunafikan dan akan mendatangkan azab Allah SWT
6. Tabarruj dan ikhtilat sunnah Iblis. "Wahai anak cucu Adam! janganlah sampai kamu tertipu oleh- setan-setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan pakaian keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS Al A'raf: 27).
7. Tabarruj dan ikhtilat mengundang siksaan Allah SWT.

Semoga kita tetap dapat istiqomah menjalankan perintah Allah dan RasulNya. Semua aturan serta batas-batas yang dibuat olehNya tidak untuk menyusahkan manusia. Justru semua itu dibuat untuk memuliakan dan menjaga kehormatan manusia. :)



Membaca judul di atas, semua orang pasti menginginkan lembaga pemerintahan yang melayani rakyatnya bersih dari tindak Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan BUMN yang melayani jasa kelistrikan di Indonesia. Dalam rangka ulang tahunnya yang ke 68, PLN mengusung jargon PLN Bersih. Secara pribadi saya mendukung gerakan ini. Jargonnya jelas sekali, PLN bersih. Artinya dengan harapan tidak ada lagi pungutan liar dalam aktivitas pelayanan ke masyarakat diharapkan kinerja PLN pun lembaga pemerintahan lainnya dapat semakin maksimal.

Sebagai anak muda, kita juga harus menaruh perhatian terhadap hal-hal semacam ini. Dengan mendukung gerakan tersebut artinya kita turut mewujudkan Indonesia yang bersih dari KKN. Ini artinya, sedari sekarang, kita harus jauh-jauh dari segala tindakan yang menjadi pintu awal KKN. Misalnya, ketika ingin mengurus sesuatu seperti penambahan daya listrik ke PLN, janganlah kita bertanya tentang berapa uang "terimakasih"nya. Karena semua biaya untuk pengurusan prosedurnya sudah ada dan jelas. Bahkan dari sumber yang saya baca, hal seperti penambahan daya listrik sudah bisa dilakukan permintaannya secara online lewat website resmi PLN. Jadi semakin mudah bukan? itu artinya juga bisa meminimalisir budaya "uang terima kasih" alias pungutan liar dalam aktivitas pelayanan masyarakat.

Nah, dalam mewujudkan hal ini, PLN beserta jajarannya telah berkomitmen untuk melaksanakan good corporate governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Terdiri dari Tranparency (transparansi), accountability (akuntabilitas), responsibility (tanggung jawab), independency (independensi), dan fairness (keadilan). Jika kelima aspek tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, ini tentu dapat menjadi contoh bagi lembaga pemerintah lainnya yang bertugas melayani masyarakat. Bukan hal yang mudah memang, dibutuhkan kerja keras dan waktu serta proses yang panjang. Namun bukanlah sebuah mimpi yang semu harapan tentang PLN maupun lembaga yang bersih dari KKN. Tidak seperti yang ada sekarang dimana banyak lembaga pemerintahan yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Tentunya asa ini membutuhkan dukungan dari banyak pihak, tidak hanya PLN yang berbenah tapi masyarakat juga kita generasi muda harus ikut mendukung sebagai pihak eksternal. Terus mengawasi, memberikan masukan apabila kinerja PLN kurang baik, tidak enggan memberikan laporan terkait perbaikan PLN, juga tidak sungkan untuk memberian dukungan positif apabila dirasa sudah melayani masyarakat dengan baik. Dengan begitu akan terwujud harmoni di antara semuanya. 

Jadi, mau punya PLN Bersih? Kalau aku mau banget. Kamu? ^_^

Referensi: (http://akudanpln.blogdetik.com/tentang-pln-bersih-2/)


Sedari kecil kita pasti sering disuguhi dengan cerita-cerita dari negeri dongeng dengan awalan yang selalu sama apapun dan bagaimanapun ceritanya. "Pada jaman dulu kala di negeri antah berantah.." ya kan? ^_^
Semua dari cerita itu selalu berakhir dengan bahagia. Aku sering bertanya-tanya, apa iya dunia dewasa milikku nanti akan bisa seperti dalam cerita dongeng. Sayangnya aku kecewa. Tapi tak mengapa, cerita dongeng itu seperti penghiburan bukan?

Hm.. tapi apa pernah terlintas? Sebenarnya cerita dongeng yang selama ini diceritakan dan ditonton tidak sepenuhnya tentang dunia polos milik kanak-kanak. Cerita-cerita itu sepenuhnya diterjemahkan dari dunia milik orang dewasa. Butuh pemahaman ekstra untuk memahami jalan ceritanya jika kau mau meluangkan sedikit waktu untuk itu. Kau bisa menemukan pesan tersirat dari pesan tersurat yang ada dalam cerita-cerita itu. Tapi kisah-kisah itu diceritakan dengan sederhana dan indah. Hingga mungkin pesan-pesan itu tertanam dalam bawah sadar sang anak. Yang tidak akan dia sadari karena sudah terbentuk begitu saja dalam pola berpikirnya.

Pernah membaca atau menonton kisah Alice in wonderland? Meski diceritakan dengan gaya khas negeri dongeng, tapi cerita tersebut kurasa bukan sepenuhnya dongeng tentang anak-anak. Ia seperti refleksi dari dunia tentang menjadi dewasa. Seseorang yang harus menghadapi dunia nyata dan mencoba keras untuk meyakini keberadaan dunia tersebut dan menjalaninya. Walau itu berarti dengan keterpaksaan. Lalu berharap dalam hati, semua hal dingin dan kaku di depan pandang  berubah menjadi dongeng, epik, dan sihir. Tentang seseorang yang mencoba "lari" dari dunia yang tinggalinya, lalu menukarnya dengan dunia dongeng impian masa kecil. Mengikuti kelinci putih yang setengah berlari, melintas di hadapannya lalu terbawa ke dunia lain. Suara lonceng sapi di peternakan berubah menjadi suara dentingan lonceng negeri sihir. Kelinci putih yang sedang berlari untuk bersembunyi di lubang berubah menjadi kelinci putih yang berlari sambil membawa jam di tangannya. Suara eluhan sapi berubah menjadi suara teriakan dari monster raksasa. Dan begitulah.

Setelah semua cerita berlanjut, dan petualangan Alice di wonderland hampir selesai, apa yang terjadi? Ternyata semuanya hanya mimpi. Dunia nyata tetap harus dihadapi bukan? ^_^

Itu tentang Alice, lalu tentang dongeng MOMO. Pernahkah membacanya? Aku sangat merekomendasikan untuk membacanya. Buku itu tidak sengaja kubaca saat SMA karena melihat covernya yang unik dan cerita singkat di belakang sampul bukunya yang menarik. Kuputuskan untuk memimjamnya dari perpustakaan sekolah.

(sumber gambar: http://www.aleki.uni-koeln.de/lesebar/bilder/gr/momo.jpeg)
 
Ini sebuah kisah dongeng tentang sang pencuri waktu. Awalnya aku berpikir ini murni tentang dongeng anak-anak, tapi sang penulis Michael Ende justru menceritakan dengan apik tentang waktu lewat tokoh seorang anak kecil bernama Momo. Momo yang digambarkan begitu senang mendengarkan cerita orang sekalipun orang tersebut pendiam, juga hewan bahkan tumbuhan. Setiap orang yang bercerita kepadanya akan merasa sangat lega meski Momo tidak mengatakan atau menanggapi cerita tersebut dengan kata-kata. Momo hanya suka mendengar cerita.  Dua sahabat baiknya yakni Beppo dan Guido juga senang dengan Momo. Guido dan Beppo memiliki karakter yang saling bertolak belakang. Guido yang menjadi pemandu wisata begitu periang dan senang bercerita sementara Beppo yang seorang penyapu jalan begitu pendiam. Guido biasa memandu rombongan wisata dan bisa menceritakan beragam kisah dari satu tempat yang sama. Orang-orang tidak akan pernah menemukan kisah yang sama setiap kali berkunjung ke tempat yang sama untuk kedua kalinya. Lain Guido, lain Beppo, saking pendiamnya, Momo sampai harus menunggu berhari-hari ketika bertanya sesuatu pada Beppo. Tapi Beppo adalah penyapu jalan paling unik dan paling tulus yang pernah ada. Dia selalu menyapu dengan sepenuh hati bak Michael Angelo yang sedang menyapukan kuas tintanya pada kanvas lukis. Setiap hari berlalu dengan ritme yang sama dan menyenangkan bagi Momo dan penduduk kota.

Hingga suatu hari segerombolan orang berpakaian abu-abu, bertopi, memakai sepatu hitam, dan berkacamata datang ke kota dan menawarkan orang-orang untuk menabung di bank penyimpan waktu. Dan mulailah satu per satu penduduk kota merasa tidak puas dan mulai mengeluhkan banyak hal dalam hidup mereka yang selama ini tidak pernah mereka lakukan. Dalam sekejab dunia damai itu berubah menjadi dunia yang dingin dan kaku. Orang-orang melakukan rutinitas yang sama setiap hari dengan ritme yang sama tanpa senyuman ataupun menikmatinya. Semua orang mulai berpakaian sama, seragam abu-abu. Dunia menjadi abu-abu. Momo tetap di sana. Tidak kemanapun, tetap dengan dunia orisinal miliknya sendiri hingga ia tersadar bahwa orang-orang di sekitarnya berubah menjadi aneh ketika tidak ada seorang pun lagi yang mendatanginya untuk berbagi cerita dengannya.
 
Kesanku terhadap novel ini mendalam sekali, banyak pesan tersirat dari yang tersurat. Banyak pemahaman, banyak perenungan. 
 
Biar bagaimanapun, cerita dongeng, animasi, kartun dan sebagainya, masih menceritakan tentang dunia kanak-kanak. Tapi akan ada bagian yang merupakan terjemahan dari dunia menjadi dewasa karena pembuatnya adalah seorang yang dewasa. Aku selalu takjub dengan mereka yang bisa menulis cerita dongeng yang menyimpan banyak makna. Sesuatu seperti bunyi "klik" saat kau membaca atau menontonnya. Itu membuktikan kedalaman pengalaman dan tulisan penulisnya. 

referensi: http://ratnasaridewi.com/blog/?p=466


Anak kecil selalu bisa menemukan dunianya sendiri. Dia selalu bisa memenuhi dunianya dengan mimpi dan angan-angan yang tidak pernah terpikirkan oleh kita orang dewasa. Sepeda motor yang sedang lewat di depannya, di mata Rara bisa berubah menjadi sepeda terbang milik nenek sihir yang datang untuk mencari anak yang bandel. Semut-semut yang sedang membuat barisan rapi di halaman rumah, mungkin dilihatnya sedang melakukan kerja besar untuk menaklukkan dunia. Dunia anak-anak itu istimewa.

Terkadang kita sendiri tidak ingat perasaan saat itu, saat di mana dunia masih terlihat sejernih langit biru dan sewarna indah pelangi. Kita terlalu sibuk dengan dunia menjadi dewasa.

Rara asyik memainkan rambut pendeknya. Diputar kesana, diputar kesini. Kepalanya mengangguk-angguk lucu setiap kali tangannya memainkan rambut pendek dengan potongan bob. Mengingatkanku pada salah satu tokoh kartun yang selalu bertanya "mau kemana kita?"

Di sebelah sang ibu takjim melihat jalanan yang terpantul lewat kaca pengemudi. Entah apa yang sedang dilihatnya. Rara tak hentinya menarik perhatian sang Ibu. Begitulah anak-anak. Para ibu/orangtua sering mengeluh ketika mendapati anaknya terus bertanya dan bertingkah yang menurut mereka mengganggu. Tapi tidakkah pernah terpikir kalau masa-masa seperti itu sangatlah singkat dan amat berharga? tanpa disadari anak-anak akan tumbuh besar. Dan tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan "menjengkelkan" itu. Lantas kita baru akan merasa, cepat sekali waktu berlalu di saat-saat kita melewati masa tua sendirian dan mungkin terlupakan.

Mobil yang kami tumpangi melaju dengan lancar. Lalu lintas setelah hujan tidak terlalu padat. Hembusan angin dingin setelah hujan berkali-kali membuat kedinginan dan perasaan mengantuk. Tapi tidak demikian dengan Rara. Rupanya dia sudah fasih membaca. Setiap melewati deretan toko yang memasang banner, Rara dengan lancar mengeja tulisannya keras-keras, menarik-narik tangan sang ibu untuk ikut memperhatikan tulisan itu. Satu toko terlewati, toko berikutnya pun tak luput dari perhatiannya. Tambah bersemangat, Rara menarik baju Sang Ibu. Tanpa berpaling, beliau lantas menghempas tangan kecil Rara dan mengatakan untuk tidak menganggu, sambil mengelus-elus perut yang membesar yang menyimpan kehidupan murni lainnya. Rara kecil terdiam. Kesenangan yang tadi terlihat jelas di wajahnya, seketika hilang.

Rara kecil duduk rapi kembali. Kembali melihat jalanan lewat kaca di belakang mobil yang kami tumpangi.
Tapi dunia Rara begitu istimewa. Entah bagaimana, senyum itu kembali lagi dengan cepat. Rara lalu bernyanyi. Lagu yang tidak kupahami. Entah lagu itu tidak pernah aku dengar atau memang tidak pernah ada, lagu karangan Rara. Terbawa oleh lagunya, jemariku juga ikut bersenandung.

Sesekali kedua bola matanya yang kecil melirik ke arahku, akupun tersenyum lebar. Lewat senyuman kuharap aku bisa "menemaninya". Dan mulailah Rara menguntai dunia miliknya lagi. Ia bercerita, cerita yang tak dapat dipahami, hanya dirinya yang mengerti. Kaki-kaki kecilnya menendang kesana dan kemari, tangannya pun ikut mengetuk-ngetuk bangku tempatnya duduk. Rara kecil yang lucu. Aku ingin mengajakmu berceloteh, ikut mencicipi duniamu, tapi aku urung.

Lambat laun,  ketukan kakinya melemah. Ketika kualihkan pandang, Rara kecil sudah tertidur. Tangan kirinya ada di dasbor mobil bagian belakang, tangan kanannya menjuntai di atas bangku sementara kedua kakinya seperti beku dari tarian aneh miliknya. Rara kecil manis sekali. Jika ada yang bilang anak kecil yang sedang tidur itu seperti malaikat, maka aku setuju dengannya.

Terantuk kepalanya sendiri yang menyentuh dasbor, Rara mengganti gaya tidurnya. Dengan gaya yang sedikit "cool" menopang kepalanya menggunakan tangan kiri. Tapi baru beberapa menit, ia kembali terjatuh dan sadar. Tidak habis akal, Rara lalu duduk tegak dengan punggungnya, baru sepuluh detik berlalu, ia terbangun lagi karena hampir tersentak jatuh. Dan Rara kecil tiba pada pilihan yang terbaik, kesal karena terus terbangun, sekalian saja Rara membaringkan kepalanya di atas bangku dengan kaki yang masih terjuntai. Rara kecil tertidur dengan nyenyak. Selamat tidur, Rara...,bisikku.  

Tidak berapa lama, mobil berhenti. Tempat tujuan Rara sudah sampai. Sang ibu membangunkan Rara dengan sedikit mengguncangkan tubuh kecilnya, "de, ayo udah sampai. kita turun," kata Ibu. Lucunya, Rara kecil yang baru setengah tersadar lantas membuka mata dan mengikuti Ibunya turun dari mobil, sang ibu sibuk membayar tumpangan. Rara kecil juga sibuk menggapai tangan ibunya untuk menuntunnya dengan mata yang masih setengah terbuka. Dan Rara kecilpun berlalu.


Terakhir: 18 Oktober, Pukul, 24.00 WIB
*120 Puisi Pilihan Dibukukan.
*Pengumuman Pemenang dan Nominasi: 30 Oktober
Tema: “Romansa Cinta di Tepian Bengawan Solo”
Lomba puisi kali ini sengaja mengambil tema “Romansa Cinta di Tepian Bengawan Solo” sebagai bentuk apresiasi anak muda untuk mengetahui betapa indah dan eloknya pertiwi, dalam hal ini diwakili keindahan Bengawan Solo, dengan dibalut romantisme nan esotik. Peserta boleh menggambarkan nostalgia, romantisme, kedekatan, atau jalinan cinta imajiner dan hubungan imajinasi dengan Bengawan Solo dalam untaian kata-kata indah nan puitis. Silakan tumpahkan semua rasa dan cintamu dalam puisi terapik dengan latar romansa Bengawan Solo. Semoga puisimu terpilih dan dibukukan bersama 120 puisi penulis lainnya se-Indonesia.
Ketentuan Umum:
§ Lomba ini terbuka untuk Pemuda di seluruh Indonesia dan juga luar negeri yang berumur antara 12 – 35 tahun.
§ Memenuhi syarat penulisan dan khusus lomba ini.
§ Mengirimkan naskah puisinya sebelum tanggal 18 Oktober, pukul 24.00 WIB ke email lomba.
Syarat Penulisan:
§  Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 puisi.
§  Puisi diketik di halaman Microsoft Word (format DOC.), kertas A4, dengan margin (garis tepi) semua sisi 3 cm.
§  Panjang puisi 50 – 200 kata. Biodata ditulis di bagian bawah puisi panjang maksimal 50 kata.
§  Harus mencantumkan judul puisi dan nama penulis di bagian bawah judul.
§  File puisi dikirim di LAMPIRAN FILE bukan di badan email (kami menolak puisi yang ditulis di badan email/inbox). Kirim ke email: PuisiSolo2013@gmail.com
§  Pengiriman naskah dan transfer registrasi paling lambat: 18 Oktober, Pukul, 24.00 WIB.
Syarat Khusus:
§  Setiap peserta harus membayar biaya registrasi lomba sebesar Rp 30.000,-ke rekening panitia (lihat ketentuan di bagian bawah). Uang registrasi ini sebagai pengganti cetak buku antologi pemenang dan ongkos kirim. Setiap peserta yang sudah registrasi BERHAK mendapatkan 1 eksemplar buku antologi puisi pemenang.
§ File foto bukti transfer dikirim dalam LAMPIRAN FILE ke email lomba bersama naskah puisinya (di file terpisah). Kertas/struk bukti transfer bisa difoto dengan HP yang penting jelas tulisannya (bisa terbaca).
§  Wajib mencantumkan alamat lengkap dan nomor kontak HP/telpon ditulis di badan email/inbox. Format alamat lengkap: nama jalan, nomor rumah, RT/RW atau dusun, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan kode pos. Kami tidak bertanggung jawab jika kiriman bukunya tidak sampai dan tidak akan mengirim ulang jika bukunya diretur balik karena alamatnya salah/tidak lengkap.
§  Harus memposting informasi lomba ini di Facebook (tag minimal 30 teman), Blog/Website, atau Twitternya.
Cara Registrasi Lomba:

1) Transfer biaya registrasi lomba Rp 30.000,- ke salah satu rekening Panitia Lomba:
§  00152-0151-002-3286 BTN Cab. UNS an. Umi Satiti
§  0182-0102-0109-505 BRI Cab Kartasura an. Hidayatul Hasanah
2) Foto kertas/struk bukti transfer kemudian filenya dikirim ke email lomba bersama file naskah puisi ke: PuisiSolo2013@gmail.com
3) Peserta yang belum mempunya rekening bank sendiri bisa langsung transfer melalui kantor cabang BRI terdekat atau melalui Pos khusus untuk transfer ke rekening BTN an. Umi Satiti.
Hadiah:
§ Juara I: Rp 500.000,- + sertifikat + piala + 3 eksemplar buku antologi pemenang
§ Juara II: Rp 300.000,- + sertifikat + piala + 3 eksemplar buku antologi pemenang
§ Juara III: Rp 200.000,- + sertifikat + piala + 3 eksemplar buku antologi pemenang
§ Dua Pemenang Harapan: @Rp 100.000,- + sertifikat + 2 eksemplar buku antologi pemenang
§ 10 Nominator: sertifikat + 2 eksemplar buku antologi pemenang
Hadiah Spesial:
§  Para juara I, II, III, Harapan dan 10 Nominasi mendapatkan free tiket Seminar Menulis Terhebat 2013.
Sponsor:
§  Pemkot Surakarta
§  Writing Revolution Indonesia
§  WritingRevo Publishing
§  Hotel Horison Solo
Catatan:
§   Para peserta yang puisinya dibukukan akan mendapatkan diskon khusus 40% dari harga jual buku.
Nomor Kontak Panitia:
§  Hida: 0857 3228 8767
§  Umi: 0857 4701 0540

§  Aria: 0856 7285 023

http://www.writing-revolution.blogspot.com/2013/09/lomba-menulis-puisi-pemuda-2013.html#links